Abstract :
Proyek jaringan fiber optik merupakan proyek yang memiliki tingkat kompleksitas
kebutuhan material yang tinggi, dengan banyaknya kuantitas dan jenis material
yang dibutuhkan sering menimbulkan masalah yang berkaitan dengan pengendalian
dan persediaan material. Dalam pembangunan jaringan fiber optik harus memiliki
manajemen yang baik dan tepat, karena pengadaan material yang tidak
direncanakan dengan matang dapat mengganggu operasional proyek. Disisi lain
penyediaan material dalam jumlah besar akan memperbesar biaya operasional
proyek. Oleh karea itu perlu adanya penggunaan teknik manajemen material yang
baik. Adapun masalah yang mucul dari kejadian diatas ialah ketidak pastian
ketersediaan material ketika terjadi peningkatan permintaan instalasi fiber optik.
Data transaksi hanya akan menjadi arsip tanpa dimanfaatkan kembali dengan baik.
Pada dasarnya kumpulan data tersebut memiliki informasi yang sangat
bermanfaat.Oleh karena itu perlu adanya Pemanfaatan data dan informasi yang
terkandung di dalam banyaknya data transaksi pengambilan material. Data mining
mampu menganalisa data dalam jumlah besar menjadi informasi berupa pola yang
mempunyai makna sebagai alat pendukung keputusan. Maka dari itu perlu
dilakukan Analisa menggunakan algoritma apriori merupakan salah satu metode
data mining yang bertujuan untuk mencari pola asosiasi berdasarkan pola transaksi
yang dilakukan oleh PT Telkom Akses Area Riau Kepulauan, sehingga bisa
diketahui material apa saja yang sering dipakai secara bersamaan.sebanyak 148
transaksi material. Hasil dari penelitian ini menemukan aturan asosiasi tertinggi
adalah Drop Core, Optical Roset, dan S Clamp Spriner dengan nilai support
12,84%, confidence 100%, Lift Ratio 6.16667. Sehingga dapat membantu
manajemen PT Telkom Akses Area Riau Kepulauan dalam kebijakan pengambilan
keputusan terhadap apa yang berhubungan dengan persediaan material.