Abstract :
Financial distress yaitu suatu tahap penurunan kondisi keuangan yang
terjadi sebelum timbulnya kebangkrutan. Dalam penelitian ini variabel
independen adalah rasio profitabilitas dan rasio likuiditas. Dimana rasio
profitabilitas diukur dengan menggunakan return on asset dan net profit margin
sedangkan rasio likuiditas diukur dengan menggunakan rasio current ratio dan
quick ratio. Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah financial distress.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui pengaruh rasio profitabilitas dan rasio
likuiditas terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur sektor industri
barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2017.
Hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara return on asset, net profit
margin, current ratio dan quick ratio terhadap financial distress baik secara
simultan maupun parsial. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan
manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI pada tahun
2013-2017. Metode sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu
perusahaan yang selalu mempublikasikan laporan keuangan tahunan selama 5
periode yang dimulai dari tahun 2013 hingga 2017. Sehingga diperoleh sampel
sebanyak 26 perusahaan dengan jumlah data observasi sebanyak 130. Metode
analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik dengan
menggunakan SPSS 24. Berdasarkan hasil penelitian, variabel rasio return on
asset, net profit margin, current ratio dan quick ratio secara simultan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap financial distress dengan nilai F hitunng 30,317 > F
tabel sebesar 2.44 dan tingkat signifikan sebesar 0,00 < 0,05.