Abstract :
Penyedia jasa layanan internet adalah penyedia yang sudah pasti memiliki
pelanggan yang tidak kecil jumlahnya. PT. Solnet Indonesia sebagai penyedia jasa
layanan internet tentunya tidak terlepas dari keluhan pelanggan khususnya
pelanggan Broadband FTTH. Salah satunya ialah akses internet dengan bandwidth
full antar pengguna, ada yang cepat dan ada yang lambat bahkan ada yang tidak
dapat akses sama sekali. Untuk itu diperlukan upgrade bandwidth agar penggunaan
internet antar user menjadi nyaman. Upgrade bandwidth kepada pelanggan perlu
dipertimbangkan terlebih dahulu oleh perusahaan dengan penentuan potensi.
Penentuan potensi berdasarkan data-data dan atribut pelanggan mempunyai
kendala, dikarenakan tidak memiliki kelas ataupun label. Maka dari itu dalam
penentuan potensi terlebih dahulu dilakukan dengan cara pengelompokan
pelanggan yang memiliki karateristik mirip berdasarkan data dan atribut yang
dimiliki. Sebelum menentukan potensi untuk upgrade bandwidth pada PT Solnet
Indonesia, teknik data mining dalam metode clustering dengan algoritma K-means
akan di implementasikan untuk mengelompokkan sebanyak 263 pelanggan
Broadband FTTH. Kemudian potensi dapat ditentukan berdasarkan titik centroid
akhir dalam pengelompokan tersebut. Hasil penelitian yang diperoleh terbagi dalam
5 cluster atau kelompok yakni 34 pelanggan atau 12.92% dari total keseluruhan
pelanggan untuk sangat berpotensi, 29 pelanggan atau 11,02% dari total
keseluruhan pelanggan untuk berpotensi, 56 pelanggan atau 21,30% dari total
keseluruhan pelanggan untuk cukup berpotensi, 54 pelanggan atau 20,53% dari
total keseluruhan pelanggan untuk kurang berpotensi dan 90 pelanggan atau
34,22% dari total keseluruhan pelanggan untuk tidak berpotensi. Perbandingan
dalam validitas cluster Davies-Bouldin Index untuk 5 kelompok antara K-Means
dan K-Medoids diperoleh nilai 0,538 untuk K-Means dan 0,819 untuk K-Medoids
dengan kesimpulan nilai terbaik dimiliki oleh algoritma K-Means.