Abstract :
Perekonomian di Indonesia saat ini telah berkembang dengan sangat pesat,
seiring dengan semakin banyaknya perusahaan kuliner yang membuka restoran
tersebar di seluruh negeri, maka dapat dikatakan persaingan antara setiap
perusahaan dibidang ini menjadi semakin kuat. Dengan adanya persaingan yang
ketat, hal inilah yang mendorong setiap perusahaan untuk dapat mengendalikan
jalannya perusahaan dengan baik dalam segala faktor baik dalam segi strategi,
pengelolaan, pengawasan, bahkan pengendalian yang dilakukan secara tepat
terhadap persediaan bahan baku menjadi salah satu faktor yang sangat penting
agar perusahaan dapat mencapai tujuan sesuai yang diinginkannya. Dengan
adanya usaha perusahaan dalam melakukan pengendalian persediaan pada bahan
baku yang efektif, perusahaan dapat menganalisis dengan menggunakan
?Economic Order Quantity? (EOQ). EOQ adalah ?jumlah persediaan hendaknya
tidak dalam jumlah yang terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit karena kedua hal
ini mengandung resiko?. Setelah melakukan penelitian untuk hasil kantitas bahan
baku yang optimal menggunakan metode 2018 EOQ yaitu 253,5 kg. Hasil
peramalan pada 2019 untuk pembelian bahan baku optimal menggunakan metode
EOQ adalah 266,1 kg. untuk total biaya persediaan bahan baku yang dikeluarkan
oleh perusahaan pada tahun 2018, Rp. 14.938.080. Total biaya persediaan jika
perusahaan menggunakan metode EOQ pada tahun 2018 adalah Rp. 6.812.938
dan perkiraan total biaya persediaan bahan baku yang dikeluarkan oleh
perusahaan pada tahun 2019 jika diasumsikan bahwa tidak ada perubahan dalam
biaya pemesanan dan penyimpanan sebesar Rp. 6.812.863. Dapatkan jumlah
safety stock atau safety stock yang dibutuhkan oleh perusahaan, yaitu 23 kg pada
2018 dan jumlah ROP pada 2018 adalah 264,3 kg untuk pemesanan ulang.