Abstract :
PT Surya Teknologi Batam merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di
bidang ?assembly electronics?. Dalam meningkatkan produksi dan kualitas
produk, perusahaan mempekerjakan operator assembly wire harness. Tugas utama
operator assembly WH adalah melakukan manual crimping dan manual insert.
Dalam menjalankan pekerjaanya, operator assembly WH banyak mengalami
stress, dikarenakan operator dituntut untuk cepat melakukan pekerjaanya sebab
banyaknya produk urgent yang harus diselesaikan, output yang dihasilkan harus
maksimal, serta banyaknya manual crimping yang ingin di kerjakan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengukur beban kerja mental operator assembly WH, serta untuk
mengetahui proses kerja assembly WH yang memberikan beban kerja terbesar.
Penelitian ini menggunakan metode NASA-TLX. Hasil yang diperoleh adalah
beban kerja mental pada pekerjaan assembly WH untuk proses manual crimping
tergolong tinggi sekali dengan nilai 80,98. Dari keenam indeks beban kerja
mental, indeks tingkat usaha memiliki nilai rata-rata tertinggi, sedangkan indeks
kebutuhan fisik adalah yang terendah. Beban kerja mental pada pekerjaan
assembly WH untuk proses manual insert tergolong tinggi dengan nilai 78,09.
Dari keenam indeks beban kerja mental, indeks tingkat usaha memiliki rata-rata
tertinggi, sedangkan indeks kebutuhan fisik adalah yang terendah. Hasil uji beda
independent sample T-test dengan menggunakan software SPSS didapatkan nilai
Sig. (2-tailed) adalah 0,130. Nilai Sig. (2-tailed) ini lebih besar dari 0,05, sehingga
dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara beban
kerja mental manual crimping dengan beban kerja mental manual insert.