Abstract :
Latar belakang penelitian ini adalah keuntungan King Musik Studio relatif sangat
rendah (Februari 2018: Rp. 562.950, Maret 2018: Rp. 2.230.400, dan April 2018:
Rp. 2.186.250) Itu terjadi karena manajemen king musik studio tidak tahu keluhan
pelanggan yang paling signifikan yang membuat pelanggan enggan untuk kembali
dan lebih memilih untuk menemukan studio musik baru. Untuk mengatasi
masalah ini, pemikiran dan tindakan inovatif diperlukan untuk mengembangkan
king musik studio. Dalam penelitian ini, metode Quality function deployment
(QFD) digunakan untuk mengidentifikasi prioritas perbaikan yang dapat
dilakukan oleh manajemen king musik studio untuk memenangkan persaingan
bersama dengan pesaing. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: Manajemen king
music studio direkomendasikan untuk membuat beberapa perbaikan berdasarkan
prioritas: meningkatkan spesifikasi alat musik, melengkapi alat musik,
memperluas ruang studio, pelatihan customer service, perawatan alat musik,
mengendalikan temperatur ruangan, menambah exhaust fan, menyediakan ruang
tunggu, menetapkan standar layanan, menyediakan customer service, membuat
grup media sosial, mengatur ruang studio juga, membuat ventilasi, menyediakan
air minum, dan menyediakan makanan ringan.