Abstract :
PT Kemet Electronics Indonesia merupakan perusahaan di kawasan industri
Batamindo, Batam. Perusahaan ini bergerak dibidang manufactur produksi
kapasitor. Terdapat 5 departement salah satunya begining offline. Begining ofline
adalah stasiun kerja untuk penggilingan film pada proses awal. Departement ini
terdapat beberapa proses yaitu : winding, coldpress, endspiray, dan masking.
Pengerjaan pada proses masking, pekerja dihadapi dengan 10 unit mesin, untuk
sift pagi dan sift malam karena pekerja berjumlah 4 orang, 2 pekerja mengontrol
dan menjalankan 2 mesin perorangnya. Pada sift siang target yang paling banyak
tidak tercapai , yaitu 70 pcs setiap harinya. kondisi kerja tersebut perlu dilakukan
analisa hubungan beban kerja mental dengan kelelahan kerja. Penilaian kelelahan
kerja dengan mengontrol metode IFRC dan penilaian beban kerja mental dengan
metode NASA TLX. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah Untuk mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi beban kerja mental dan kelelahan kerja dan
mengetahui hubungan beban kerja mental dan kelelahan kerja. Hasil dari
penelitian ini adalah rata - rata beban kerja mental yang dialami operator
berdasarkan metode NASA-TLX pada shift pagi sebesar 70,00, shift siang
sebesar 72,67, dan shift malam sebesar 67,83. Kemudian didapatkan beban kerja
mental terbesar yang dialami oleh operator masking terjadi pada shift siang.
Indikator yang mempengaruhi beban mental berdasarkan NASA-TLX untuk shift
pagi adalah tingkat frustasi (TF) sebesar 17,00, untuk shift siang adalah kebutuhan
fisik (KF) sebesar 17,3 dan untuk shift malam adalah tingkat frustasi (TF) sebesar
17,3