Abstract :
ktivitas kerja UKM Selamet masih di dominasi secara manual. Aktivitas ini
dilakukan dengan beberapa tahap yaitu mengangkat, membawa, dan meletakkan.
Kegiatan secara manual dilakukan di setiap stasiun kerja yang dapat menimbulkan
beberapa keluhan pada tubuh pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
tingkatan keluhan yang dirasakan pekerja penbuatan batako press secara manual
dan mengetahui tingkatan resiko cidera yang dialami pekerja saat melakukan
aktivitas kerja. Pengambilan data dengan bantuan lembar kerja Nordic body map
yang di sebarkan kepada pekerja pembuatan batako press berjumlah 5 orang
terhadap keluhan yang dialami setelah melakukan aktivitas kerja dengan 4 skala
likert yaitu tidak sakit, agak sakit, sakit dan sangat sakit. Hasil penelitian
menunjukkan bagian tubuh yang mendapatkan keluhan sakit dan sakit sekali
dirasakan pada bagian tubuh bahu, lengan, punggung, pinggang, pergelangan
tangan, pergelangan kaki. Hasil yang didapatkan dari mengukur tingkat resiko
cidera pada pada aktivitas pengangkatan semen termasuk tingkat resiko sangat
tinggi dan perlu perbaikan saat itu juga, sedangkan pada aktivitas mengangkat pasir,
meletakkan pasir, mengangkat semen, mengangkat adonan, meletakkan adonan,
mengangkat hasil cetakan batako dan meletakkan hasil cetakan batako termasuk
tingkat resiko tinggi dan perlu perbaikan segera. Kesimpulan yakni Tingginya
tingkat risiko pada postur kerja disebabkan oleh postur kerja yang kurang
ergonomis, para pekerja masih banyak punggung membungkuk pada saat bekerja,
posisi duduk yang tidak ergonomis atau tidak benar dan pemberian training manual
handling.