Abstract :
Dengan kemajuan teknologi, manusia sudah tidak perlu lagi menumpuk map yang
banyak memakan ruang. Hadirnya perangkat keras seperti komputer mengubah hal
tersebut. Arsip yang berupa tumpukan kertas disimpan dalam bentuk digital berupa
folder yang berisi file-file data. Kegitatan seperti manajemen file dan file sharing
menjadi hal yang hampir setiap hari dilakukan. Seirig berjalannya waktu,
penggunaan dan pengaksesan data di komputer meningkat. timbul berbagai
masalah dan keinginan agar data dibagikan, dapat diakses secara mobile, dapat
tersedia sepanjang waktu, dapat disimpan dengan aman. Perihal hadirnya cloud
storage menjawab permasalahan. penyimpanan data pada cloud storage dilakukan
secara remote di database pihak ketiga atau penyedia layanan cloud. Beragam
platform seperti Google Drive, Microsoft Onedrive, Dropbox, Icloud, DLL.
Masing-masing telah beredar dipasaran memberikan layanan cloud storage. Dilain
sisi, penyedia cloud storage tidak memberikan semua layanannya secara gratis.
Layanan gratis memiliki batas kapasitas penyimpanan yang tidak besar. Untuk
menambah ruang penyimpanan, pengguna diwajibkan membayar biaya langganan
oleh masing-masing platform. Keamanan dan privasi menjadi masalah pada
layanan cloud storage, karena semua data tersimpan pada server pihak ketiga.
Privasi pengguna dipertanyakan, karena pihak ketiga memiliki akses ke data
konsumen. Hadirnya sebuah komputer mini yang disebut Raspberry Pi menjadi
solusi. harga dan konsumsi daya rendah dapat mengurangi biaya. Dukungan port
USB yang terdapat pada Raspberry Pi dapat dikoneksikan dengan hard disk
eksternal untuk ekspansi ruang penyimpanan. Penggunaan perangkat lunak
syncthing untuk sinkronisasi antar perangkat, membatasi akses data illegal dan
privasi yang aman karena syncthing tidak memiliki central server.