Abstract :
Pengendalian internal dalam sebuah perusahaan besar terbilang sangat sulit
dilaksanakan karena banyaknya karyawan dari sebuah perusahaan. Rendahnya kinerja
karyawan selain dipengaruhi oleh lemahnya pengendalian internal dalam perusahaan,
sistem informasi akuntansi yang tidak dijalankan dengan baik juga mempengaruhi
kinerja karyawan. Variabel pengendalian internal dan sistem informasi akuntansi
merupakan dua dari sekian banyak variabel yang bisa digunakan untuk menguji
sebuah kinerja karyawan. Maka peneliti merumuskan apakah kedua variabel tersebut
secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Dari
rumusan masalah yang ada, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana pengaruh pengendalian internal dan sistem informasi akuntansi terhadap
kinerja karyawan pada PT Top Global Persada. Variabel independen dalam penelitian
ini adalah pengendalian internal dan sistem informasi akuntansi. Untuk variabel
dependen dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini
adalah karyawan PT Top Global Persada. Pengambilan sampel pada penelitian ini
menggunakan metode sensus. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang
di peroleh dari penyebaran kuisioner kepada seluruh responden pada PT Top Global
Persada. Total responden yang mengisi kuisioner penelitian ini berjumlah 115 orang.
Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji kualitas data,
analisis deskriptif, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, dan uji
hipotesis. Uji kualitas data pada penelitian ini menggunakan uji validitas dan uji
reliabilitas. Sedangkan untuk pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan
analisis determinasi, uji F, dan uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat
signifikansi sebesar 0,000<0,05 artinya secara simultan pengendalian internal dan
sistem informasi akuntansi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan.
Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa pengendalian internal
berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan sistem
informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hasil uji analisis
determinasi sebesar 48,6% sedangkan sisanya 51,4% dipengaruhi oleh variabel lain
yang tidak diketahui.