Abstract :
Diantara banyak hewan, Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang
digemarin pada masyarakat sekarang ini. Namun untuk menjaga kucing peliharaan
agar memiliki kesehatan yang baik, pemelihara kucing harus lebih memperhatikan
makanan dan perawatan kucing tersebut jika tidak kucing akan mudah terserang
penyakit. Pemilik kucing terkadang baru menyadari saat kucing peliharaannya
mengalami perubahan yang signifikan seperti kerontokan sampai kebotakan, kulit
kemerahan bahkan terdapat luka, berbau dan lain sebagainya. Tetapi, banyak
pemilik kucing tidak memberikan perawatan hewan untuk kucing peliharaan
mereka, pemilik kucing bahkan tidak punya waktu untuk membawa hewan
peliharaan bertemu dokter hewan karena jadwal yang padat. Terbatasnya wadah
informasi yang dapat memberikan penanganan terhadap penyakit kucing
mengakibatkan pemelihara kucing terlambat untuk memberikan tindakan pada
kucing peliharaannya. Salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk memecahkan
permasalah tersebut adalah dengan menggunakan sistem pakar yang secara
otomatis dan cepat bisa melakukan pendiagnosaan dan pemberi informasi cara
penanggulangan penyakit pada kucing dengan menggunakan metode inferensi
backward chaining berbasis web. Dengan menerapkan teknologi web pada aplikasi
sistem pakar untuk diagnosa penyakit kucing, pengguna dapat mengetahui penyakit
yang sesuai dengan gejala yang ada pada kucing peliharaannya dimanapun dan
kapanpun, sehingga dapat membantu para pemelihara kucing di Indonesia. Dari
sistem, maka akan menghasilkan diagnosa penyakit pada kucing mereka. Proses
penalaran pada backward chaining dimulai dari tujuan kemudian merunut balik ke
jalur yang mengarah ke tujuan tersebut, untuk membuktikan bahwa bagian kondisi
pada kaidah atau aturan terpenuhi. Teknis pemrograman sistem pakar dibuat dengan
bahasa pemrograman HTML5, CSS3, Bootstrap, PHP serta database MySQL.
Berdasarkan pengujian dapat disimpulkan bahwa keseluruhan nilai presentase yang
didapatkan oleh sistem pakar berdasarkan 5 kasus yang diuji untuk nilaipresentase
keakuratan sistem pakar mencapai 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem
pakar untuk mendiagnosa penyakit kucing berbasis web ini telah berfungsi dengan
baik.