Abstract :
Pemanfaatan jaringan internet sebagai media komunikasi data hingga saat ini
semakin meningkat. Jumlah pengguna internet di dunia mengalami pertumbuhan
yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Data We Are Social dan Hootsuite
mencatat masyarakat di dunia ini yang sudah terkoneksi dengan internet sampai
dengan tahun 2018 mancapai 4 miliar dibanding dengan tahun 2014 yang baru
mencapai 2,4 miliar pengguna. Pada masa sekarang ini banyak cara untuk akses
internet yang diminati oleh masyarakat, salah satunya adalah jaringan hotspot
RT/RW-Net. Adanya jaringan hotspot yang dibangun dilingkungan RT/RW,
masyarakat bisa mendapatkan akses internet dengan biaya yang relatif terjangkau
dibandingkan mereka harus mengisi paket data dengan harga yang cukup mahal
dan bandwidth yang terbatas. Kebutuhan atas penggunaan bersama dalam jaringan
mengakibatkan timbulnya berbagai ide-ide untuk mengembangkan teknologi
jaringan itu sendiri. Peningkatan QoS (Quality of Service) pada sebuah jaringan
merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Sebuah cara yang dapat digunakan
untuk menangani masalah-masalah yang ada yaitu dengan mengkolaborasikan
router Mikrotik dengan Squid Proxy yang dapat meningkatkan kualitas jaringan
internet menjadi lebih cepat, stabil dan hemat bandwidth tentunya. Cara kerja dari
Squid yaitu menyimpan file-file yang sudah pernah diakses oleh user sebelumnya
ke harddisk lokal (cache) yang selanjutnya dapat diakses dan di download oleh user
yang lain tanpa harus mengaksesnya langsung ke jaringan. Tujuan dari penelitian
ini agar jaringan RT/RW Net yang ada di lingkungan RT.03 RW.16 yang
sebelumnya kualitasnya kurang baik karena tidak dimanage dapat diatasi dengan
penggunaan router mikrotik dan proxy server untuk cache file. Data kurangnya
kualitas internet diambil dengan cara observasi langsung kepada pengguna
kemudian dilakukan proses pembuatan Squid Proxy untuk menangani masalah yang
ada. Dengan pengkolaborasian antara router mikrotik dan Squid Proxy maka
masalah kualitas jaringan yang kurang baik dapat tertangani.