Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perjuangan Juliet melawan dominasi
patriarki dalam drama yang berjudul Romeo and Juliet. Istilah dominasi patriarki ialah
lingkungan yang di dominasi oleh laki-laki. Segala bentuk aturan yang dibuat untuk
wanita. Wanita hanya bisa menerima dan melakukan apa saja yang diperintahkan laki?laki, perlakuan seperti ini pasti menimbulkan rasa ketidakadilan yang dialami oleh wanita.
Wanita akan mengalami keterbatasan ruang gerak dalam memilih dan mengutarakan hak
serta keinginannya. Maka dari objek permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitian
dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang menggambarkan dan menjelaskan
bagaimana perjuangan Juliet dengan menggunakan teori feminism milik Simone de
Beauvoir dan Silvya Walby. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan pada
saat itu hanya dipandang sebagai obyek dalam masyarakat patriarki yang menempatkan
posisi laki-laki terutama ayah sebagai pemimpin dan penentu keputusan. Hal ini tentu saja
berdampak pada pembatasan ruang gerak dan hak-hak perempuan sehingga secara tidak
sadar mereka tunduk dan menerimanya sebagai sesuatu yang normal. Juliet dalam karya
sastra menjadi objek dari dominasi maskulin laki-laki yang menjadikannya sebagai obyek
untuk dipertukarkan dalam perkawinan dan obyek yang diperebutkan oleh laki-laki.
Bentuk perlawanan Juliet terhadap patriarkal dominan yaitu dengan membuat alasan
untuk tidak menikah, kawin lari dengan Romeo dan meninggalkan keluarganya, hingga
meminum ramuan yang diberikan oleh Friar Lawrence.