Abstract :
Media teknologi fotografi sekarang ini menunjukkan semakin banyak beredar dan
berkembang pesat di Indonesia, dan di setiap daerah secara khusus salah satunya
Kota Batam yang berada di Propinsi Kepulauan Riau, karena posisi Kota Batam
berada di jalur perdagangan internasional, maka persaingan dan perkembangan
antara produsen kamera profesional SLR (Single Lens Reflex) terus meningkat
sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kota Batam. Dengan fuzzy logic, sistem
kepakaran manusia bisa diimplementasikan ke dalam Bahasa mesin secara mudah
dan efisien. Pengambilan suatu keputusan untuk pilihan pada objek tertentu
didalam fuzzy logic berperan penting dalam pengambilan keputusan, karena fuzzy
logic adalah suatu proses pengambilan keputusan yang bersifat aturan dan
bertujuan untuk memecahkan masalah, dimana penentuan tersebut sulit untuk
dipilih atau terdapat ketidak jelasan yang begitu banyak, fuzzy logic ditentukan
dari persamaan logika yang diambil bukan dari persamaan diferensial dan
berskala dari pemikiran mengambil keuntungan. Metode Mamdani sering dikenal
dengan nama Metode Max-Min, untuk mendapatkan output, diperlukan 4 tahapan
diantaranya: 1) Pembentukan Himpunan Fuzzy, 2) Aplikasi Fungsi Implikasi, 3)
Komposisi Aturan, dan 4) Penegasan (Defuzzy). Penerapan FIS metode Mamdani
Mamdani menggunakan sekumpulan IF-THEN rule yang diperoleh dari
operator/pakar yang berpengalaman dan penerapan FIS dapat diterapkan dengan
toolbox yang telah disediakan oleh Matlab R2009a. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menerapkan fuzzy logic pada pengambilan keputusan dalam
pemilihan kamera profesional (SLR) di Kota Batam. Variabel input-nya adalah
harga, kapasitas baterai, dan resolusi foto, untuk variabel output-nya adalah
Nikon, Canon, Sony, Fujifilm. Hasil yang didapat bahwa Metode FIS dapat
diterapkan sebagai pengambilan keputusan pemilihan kamera pfofesional dengan
perhitungan data sampel antara proses manual dengan pengujian FIS sebesar 4.31,
angka ini menunjukkan masih dalam parameter variabel output yang ditentukan.