Abstract :
Berkomunikasi dengan menggunakan lebih dari satu bahasa sudah menjadi
fenomena sosiolinguistik umum bagi orang-orang; terutama di Singapura di
mana mayoritas warga Singapura merupakan dwibahasawan. Oleh karena itu,
penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki fenomena peralihan kode yang terjadi
di dalam film Singapura pada tahun 2016 dengan judul Young and Fabulous.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe-tipe peralihan kode
berdasarkan teori Poplack dan fungsi peralihan kode yang terjadi di dalam film
berdasarkan teori Appel dan Muysken. Kemudian, metode yang di rancang dalam
penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif-kualitatif, yang mana peneliti
mengumpulkan data dengan menggunakan metode observasi dengan teknik non?partisipatif dan teknik simak catat. Dalam menganalisis data, peneliti
menerapkan metode klasifikasi untuk menganalisis data, dan selanjutnya peneliti
menggunakan metode informal untuk mempresentasikan hasil penelitian. Hasil
dari penelitian telah menunjukkan bahwa semua jenis peralihan kode dari teori
Poplack telah terjadi di dalam film, di mana tipe-tipe peralihan kode adalah
pengalihan intra-sentensial, pengalihan inter-sentensial, dan pengalihan tag.
Pengalihan intra-sentential adalah tipe peralihan kode yang paling banyak
digunakan, diikuti oleh inter-sentensial sebagai yang kedua paling banyak dan
tag sebagai tipe peralihan kode yang paling sedikit digunakan. Selain itu, peneliti
juga menemukan bahwa lima dari enam fungsi peralihan kode dari teori Appel
dan Muysken juga terjadi di dalam film yang mana fungsi-fungsi tersebut adalah
fungsi referensial, fungsi direktif, fungsi ekspresif, fungsi metalinguistik, dan
fungsi phatic. Fungsi referensial adalah fungsi peralihan kode yang paling
banyak terjadi, kemudian fungsi direktif sebagai yang kedua paling banyak
terjadi, diikuti oleh fungsi ekspresif dan fungsi metalinguistik, dan terakhir, fungsi
phatic sebagai fungsi peralihan kode yang paling sedikit terjadi.