Abstract :
Pengimbuhan tidak hanya ditemukan dalam bahasa Inggris tetapi juga dalam
bahasa Batak Toba. Proses afiksasi adalah salah satu proses morfologi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan
antara affiksasi bahasa Inggris dan bahasa batak Toba dalam membentuk
kata benda yang melekat pada awalan dan akhiran berdasarkan pada bentuk
dan makna.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif.Dalam pengumpulan
data peneliti menggunakan metode simak dengan tehnik simak bebas libat
cakap.Metode analisis data yang digunakan penulis adalah metode agih
dengan tehnik perluas. Proses penyajian hasil penelitian, peneliti
menggunakan metode informal dengan menggunakan kalimat atau kata-kata.
Dari analisis yang telah dilakukan peneliti menemukan presamaan dan
perbedaan affiksasi antara bahasa Inggris dan bahasa Batak Toba dalam
membentuk kata benda.Awalan sub-,anti-, mini-, under-, super-, ex-, over- dan
semi-, dalam bahasa Inggris melekat pada kata benda.Dalam bahasa batak Toba
awalan par-, melekat pada kata benda, kerja, sifat. Awalan pan-, melekat pada
kata kerja dan benda, khusus awalan pasi-,melekat pada kata benda, hina-,
melekat pada kata sifat dan si-, melekat pada kata sifat untuk membentuk kata
benda. Akhiran er-, hood-, ist-, ity-, ness-, ance-, ment-, ing-, ion-, dan or- dalam
Bahasa Inggris melekat pada kata benda, kerja dan sifat sementara akhiran an-
,dan on-, dalam bahasa Batak Toba hanya melekat pada kata kerja untuk
membentuk kata benda. Perbedaan yang ditemukan peneliti adalah
penambahann awalan dalam bahasa inggris tidak mengubah kelas kata
sementara awalan dalam bahasa Batak Toba kebanyakan mengubah kelas
kata.Persamaan yang ditemukan peneliti adalah akhiran dalam kedua bahasa
kebanyakan mengubah kelas kata.Dalam bentuk makna kedua bahasa mengubah
makna setelah menambahkan awalan dan akhiran pada kata dasar.Akhirnya
dapat disimpulkan bahwa ada persamaan dan perbedaan antara affiksasi bahasa
Inggris dan bahasa Batak Toba dalam membentuk kata benda berdasarkan
bentuk dan makna.