Abstract :
Kota Batam sebagai kota terbesar di Propinsi Kepulauan Riau, yang kehidupan
ekonomi warganya ditopang oleh sektor industri, sangat rentan dengan
perekonomian nasional dan global. Mengingat setiap tahun selalu ada perusahaan
yang gulung tikar, sehingga berakibat pengurangan tenaga kerja dan akhirnya
dapat terperangkap dalam kemiskinan. Dinas Sosial (Dinsos) Kepri
mengungkapkan penyumbang terbesar angka kemiskinan berdasarkan
kabupaten/kota di Kepri adalah Kota Batam. Salah satu penyebabnya, karena
banyaknya pendatang dari berbagai daerah lain di Indonesia yang masuk dan
menggantungkan hidup di kota industri tersebut, selain itu, ketersediaan lapangan
pekerjaan yang minim turut memberikan sumbangan angka kemiskinan.
Pemerintah Pusat telah menerbitkan Program untuk penanggulangan kemiskinan
yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), berupa bantuan tunai bersayrat bagi
keluarga miskin dengan tujuan memutus mata rantai kemiskinan dan
meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan dan
kesejahteraan sosial. Penelitian ini berjudul ?Implementasi Program Keluarga
Harapan di Kota Batam? (Studi Kasus di Kecamatan Sungai Beduk), dilakukan
dengan metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi,
dokumentasi dan wawancara kepada informan yang dipilih dengan purposive
sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Implementasi Program Keluarga
Harapan di di Kecamatan Sungai Beduk telah dapat dikatakan berjalan dengan
cukup baik, dengan beberapa hambatan dalam implementasinya baik dari sisi isi
kebijakan, informasi, dan dukungan serta pembagian potensi