Abstract :
Penelitian dilandasi pemikiran bahwa adanya pemanfaatan perempuan dalam hal
ini ?emak-emak? dalam politik melalui media massa. Salah satu peran media
massa adalah memberikan informasi pada masyarakat dan tidak boleh
menimbulkan bias-bias gender dikalangan masyarakat. Penelitian ini dilakukan
pada majalah Hukum dan Politik Keadilan Indonesia, dengan tujuan menganalisa
teks berita Politik Emak-Emak Militan. Metodelogi penelitan ini adalaha
deskriptif kualitatif yang mencoba mendeskripsikan bagaimana marjinalisasi dan
komodifikasi perempuan di dalam teks berita. Manfaat dari penilitian ini
diharapkan dapat menjadi pengetahuan pada masyarakat pengguna media massa
cetak maupun media massa lainya berkaitan dengan isu-isu gender yang sedang
berlaku. Penelitian ini menggunakan analisis Sara Mils dalam menganalisi teks
yang ada. Teknik analisis Sara Mills berguna untuk menganalisis teks melalui
penokohan. Hasil Penelitian ini wartawan mengisahkan perempuan dalam politik
terkini melalui isu emak-emak militan, pembaca dapat menepatkan dirinya dalam
posisi emak-emak dan menyelami penderitaan dan pergerakan emak-emak yang
terjun kedunia politk karena permasalahan rumah tangga. Pesan yang
dikonstruksikan oleh media menghasilakan bias-bias gender menguatkan
pandangan yaitu emak-emak adalah kaum yang lemah.