Abstract :
Mangrove atau bakau merupakan tipe hutan daerah tropis yang khas tumbuh
disepanjang pantai atau muara sungai yang masih dipengaruhi oleh pasang surut
air laut. Keberadaan hutan mangrove di dalam suatu ekosistem pesisir sangat
diperhatikan dan dijaga mengingat fungsi dari mangrove sendiri yaitu sebagai
penjaga kestabilan garis pantai, mencegah tsunami, mencegah abrasi, dan menjadi
tempat penyerapan karbondioksida, sekitar sepertiganya tersimpan di hutan bakau.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi
pengawasan dan pengendalian kawasan mangrove di Kota Batam, untuk
mendeskripsikan faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan Pengawasan dan
pengendalian kawasan mangrove di kota batam dan untuk mendeskripsikan
evaluasi kebijakan pemerintah daerah dalam pengawasan dan pengendalian
kawasan mangrove di Kota Batam. Teknik analisis data yang dipakai adalah
teknik deskriptif kualitatif sesuai dengan data dan fakta dilapangan. Data yang
dikumpulkan tersebut berupa kata-kata, hasil wawancara, gambar, catatan di
lapangan, foto, dokumen pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih
banyak yang perlu untuk dibenahi agar kebijakan yang telah dibuat khususnya
dalam pengawasan dan pengendalian dapat terlaksana dengan maksimal. Hal
tersebut dapat dilihat dari indikator pengawasan yaitu, penetapan standard an
metode penilaian, penilaian kinerja, membandingkan kinerja dengan standar dan
pengambilan tindakan koreksi. Dan yang menjadi faktor-faktor yang
mempengaruhi pengawasan dan pengendalian kawasan mangrove yaitu,
perubahan lingkungan organisasi, peningkatan kompleksitas organisasi,
kesalahan-kesalahan dan kebutuhan manajer untuk mendelegasikan wewenang