Abstract :
Penelitian ini meneliti tentang iklan produk kecantikan dari perspektif Analisis
Wacana Kritis. Penelitian ini pada dasarnya fokus pada penggunaan bahasa, strategi
dan ideologi yang digunakan oleh pengiklan produk untuk mempengaruhi dan menarik
pembeli untuk membelinya. Ujaran adalah Wacana yang membuat iklan menarik dan
mudah diingat. Analisis Wacana Kritis cenderung mengeksplorasi berbagai teori
sosial yang menganalisis interaksi bahasa, kekuasaan dan ideologi dalam berbagai
konteks. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan untuk mengumpulkan dan
menganalisis data penelitian ini menggunakan teori dari Sudaryanto: metode
observasi dan metode identitas. Analisis ini didasarkan pada model analisis wacana
tiga dimensi Fairclough yaitu Teks, Praktik Wacana dan Praktik Sosial yang berfokus
pada representasi dan dominasi. Penelitian ini menggunakan teori-teori dari Norman
Firclough dan Van Dijk. Wacana iklan kecantikan yang dianalisis berasal dari merek
L'Oreal. Selanjutnya, penelitian ini memberikan deskripsi dan interpretasi yang kaya
tentang konsep ideologis kecantikan yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini
mengungkapkan bagaimana ideologi kecantikan dibangun dan diterapkan melalui
iklan dengan stereotip bagaimana produk kecantikan identik dengan orang yang
sempurna. Bahasa adalah wacana yang membuat iklan menarik dan mudah diingat,
Kemudian, juga ditemukan bahwa ideologi konsep kecantikan sepertinya memiliki
batasan bahwa seseorang dianggap cantik ketika menggunakan produk dan tampak
seperti gambar pada produk iklan. Bahasa periklanan digunakan untuk
mengendalikan pikiran orang. Di era ini, teknologi adalah sarana untuk
mempromosikan suatu produk. tetapi, iklan bukan hanya sarana promosi, iklan juga
menyampaikan bagaimana konsep kecantikan yang telah diterima oleh masyarakat.