Abstract :
Setiap karya sastra termasuk cerita pendek memiliki struktur narasi dan isotopi
atau stuktur lahir dan struktur batin didalamnya termasuk cerita pendek dari Guy
de Maupassant. Cerpen yang dianalisis dalam penelitian ini adalah lima cerita
pendek yg peneliti pilih secara acak dari cerita cerita pendek Guy de Maupassant
yang adalah seorang penulis Perancis di era Perang Perancis-Prusia pada abad
ke-19. Kelima cerita pendek tersebut adalah ?The Diamond Necklace?, ?The
Trip of le Horla?, ?Suicide?, ?The Orphan?, dan ?A Widow?. Untuk
menemukan struktur narasi dan isotopi dari cerita pendek ini, teori yang peneliti
pakai ialah teori structuralisme dari A.J.Greimas. Teori ini membahas tentang
sekuen cerita, skema aktantial, skema fungsional dan tiga poros semantik sebagai
struktur lahir dalam sebuah cerita dan isotopi sebagai makna batin dalam cerita.
Aktan adalah konsep naratif terkecil dalam cerita. Aktan adalah tema yang
abstrak dalam narasi seperti karakter, situasi, pendapat dan banyak lainnya.
Para aktan akan memainkan peran keseluruhan dalam struktur narasi cerita.
Ada enam aktan yang memiliki fungsi dalam teori Greimas. Para aktan tersebut
adalah subjek, objek, pengirim, penerima, penolong,dan penghalang di dalam
cerita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.
Membaca dengan seksama cerita pendek tersebut, mengumpukan data dengan
metode dokumentasi dan menyajikan data dalam bentuk formal. Hasil penelitian
ini adalah dari lima cerita pendek yang peneliti analisis Maupassant membuat
karya cerpennya menarik dan berkarakter dengan mebuat bom atau hal unik di
akhir ceritanya, dan dalam kelima isotopy cerpen tersebut Guy de Maupassant
mengemukakan pola cerita tentang kecerobohan atau pikir pendek sebagai
sebuah tindakan kebodohan dan takdir.