Abstract :
Semakin hari, permintaan produksi semakin meningkat dan perusahaan
semakin bergantung pada mesin dan keandalannya. Ada banyak cara yang
dilakukan untuk menjaga keandalan mesin, salah satunya dengan kegiatan
perawatan. Tujuan dari kegiatan pemeliharaan dan perawatan mesin pada industri
adalah menjaga agar dapat berjalan lancar serta efisien dengan mengurangi
terjadinya kemacetan dan kerusakan mesin menjadi seminim mungkin. Sebelumnya
kegiatan perawatan yang dilakukan di department BSP Division adalah breakdown
maintenance. Kegiatan perawatan ini dapat menyebabkan terhentinya proses
produksi dalam waktu yang cukup lama, sehingga membuang waktu produktif dan
berakibat target produksi kurang tercapai. Dengan demikian perlu diadakannya
sistem kegiatan perawatan yang sudah terskedul pada mesin-mesin produksi di
departemen BSP Division agar dapat mengurangi terganggunya proses produksi dan
menambah masa keandalan setiap komponen mesin. Metode yang dilakukan dalam
penelitian ini adalah age replacement dengan kriteria minimasi biaya perawatan
dengan interval waktu penggantian untuk komponen contactor selama 7 hari, dan
6 hari untuk komponen fuse, dengan arti bahwa komponen contactor harus sudah
diganti sebelum beroperasi selama 7 hari, sedangkan komponen fuse harus sudah
diganti sebelum beroperasi selama 6 hari. Hasil dari penilitian ini apabila sistem
perawatan menggunakan metode age replacement dapat mengurangi biaya sebesar
Rp. 3.170.720,- atau 22,7% untuk komponen contactor dan Rp. 1.191.124,- atau
19,3% untuk komponen fuse.