DETAIL DOCUMENT
Pengendalian Kualitas Produk Cacat PHX Toshiba pada PT Schneider Electric Manufacturing Batam
Total View This Week0
Institusion
Universitas Putera Batam
Author
Wardana, Singgih
Subject
620.004 Teknik Desain, Pengujian, Pengukuran, Kualitas, Perawatan, Pemeliharaan, Perbaikan 
Datestamp
2023-10-30 04:05:55 
Abstract :
Kualitas dalam dunia modern saat ini sangat berpengaruh penting dalam berkembang dan majunya suatu perusahaan. Didalam dunia bisnis terdapat manufaktur dan jasa. PT. Schneider Electric Manufacturing Batam merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi alat-alat dan sistem kelistrikan yang mempunyai kantor pusat di perancis. Produk PHX Toshiba merupakan variable speed driver yang digunakan untuk mengatur kecepatan putaran motor induksi 3 fasa. Berdasarkan data reject tahun 2017 dengan total produksi 43.500 pcs dengan total reject 900 pcs. Produk cacat yang melebihi target rate cacat merupakan suatu waste bagi perusahaan karena dianggap sebagai kerugian, salah satunya dalam segi waktu. Dari segi waktu, waste yang dihasilkan berupa terhambatnya produk yang akan dikirim kebagian pengiriman dikarenakan produk yang akan dikirim kebagian shipping harus penuh dalam satu pallet, apabila terdapat produk yang cacat maka harus menunggu produk cacat tersebut untuk dianalisa dan di perbaiki. Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis pengendalian produk phx toshiba dan untuk mengidentifikasi faktor penyebab cacat produk phx toshiba dengan metode SPC (Statistical Process Control) berupa peta kendali p. Berdasarkan hasil dari peta kendali p bahwa proporsi kecacatan produk untuk phx toshiba VFS15 masih berada dalam batas kendali dikarenakan tidak ada satupun data yang keluar batas kendali 3 sigma maupun 4 sigma. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya produk cacat broken yang dianalisa dengan menggunakan diagram sebab-akibat, yaitu faktor manusia (operator), faktor mesin (settingan parameter dan tegangan tidak stabil), faktor metode (metode cara pasang alat pengetesan produk dan cara pengoperasian), faktor material (material tidak bagus) dan faktor lingkungan (asap hasil solderan). 
Institution Info

Universitas Putera Batam