Abstract :
Banyaknya kasus kekerasan seksual terutama pada perempuan dan anak-anak semakin
mengkhawatirkan. Pendidikan seks usia dini adalah salah satu cara untuk
mencegahnya, pendidikan seks bisa didapatkan melalui keluarga dan juga sekolah.
Baik pihak sekolah maupun pihak orang tua memiliki cara masing-masing untuk
mengkomunikasikan materi pendidikan seks bagi anak usia dini. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang di terapkan oleh
sekolah TK Islam Nabilah dan orang tua siswa dalam penyampaian pendidikan seks
usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif dengan
teori komunikasi interpesonal dan teori pembelajaran sosial. Hasil dari penelitian ini
adalah strategi komunikasi yang diterapkan oleh pihak sekolah dan orang tua
mencakup pada 5 aspek yang dikemukakan oleh Harold D Laswell. Pertama adanya
komunikator yaitu guru dan juga orang tua siswa. Lalu ada pesan yang disampaikan,
pesan itu sendiri adalah materi dari pendidikan seks. Ketiga adanya media sebagai alat
untuk menyampaikan pesan berupa alat peraga, musik, dan nyanyian. Keempat adanya
komunikan yaitu penerima pesan, anak-anak adaah komunikannya. Terakhir adanya
efek setelah pesan itu sampai, efek yang dihasilkan berupa pemahaman isi materi
pendidikan seks yang disampaikan dan dapat digunakann sehari-hari. Komunikasi
interpesonal dan proses belajar memahami yang terjadi di TK Nabilah yaitu mealui
metode tatap muka secara langsung dikelas, metode lagu, metode cerita dan metode
latihan, begitupun strategi yang dipakai pihak orang tua siswa dalam penyampaian
pendidikan seks usia dini dengan berkomunikasi secara langsung kepada anak.