Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana upaya peningkatan
kapasitas yang dilakukan oleh pemerintah Kota Batam dalam pengembangan sektor
pairiwsata yang berkelanjutan di Kota Batam. Peningkatan kapasitas (capacity
building) merupakan suatu langkah dan pendekatan yang dilakukan oleh suatu
organisasi, institusi dan lembaga dalam mengembangkan potensi terhadap suatu
pengelolaan pekerjaan. Sehingga menghasilkan luaran atau output yang sesuai
dengan tujuan dari hasil kesepakatan bersama dan demi kebaikan sektor pariwisata
Kota Batam. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif,
melakukan wawancara semi terstruktur dengan informan kunci yang berasal dari
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk mengumpulkan informasi
untuk penelitian. Berdasarkan temuan tersebut, pemerintah Kota Batam khususnya
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, mengalami kesulitan besar dalam memenuhi
kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, serta dalam mempertahankan
manajemen internal dan membangun jaringan kerja sama. Ini terutama benar
mengingat temuan. Akibat langsung dari hal tersebut, industri pariwisata di Kota
Batam mengalami masa stagnasi serta penurunan minat pengunjung baik domestik
maupun mancanegara. Saat ini, fungsi utama Batam adalah sebagai pusat transit
wisatawan yang akan pergi ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Penatausahaan lokasi wisata potensial dipersulit karena kurangnya sumber daya
manusia, yang berdampak pada menurunnya kinerja karyawan dan terhambatnya
operasional terkait manajemen internal. Akibatnya, pembentukan jaringan dan
kerjasama dengan pemangku kepentingan lain, baik lokal maupun regional, yang
penting bagi pengembangan pariwisata di Kota Batam terhambat.