Abstract :
Ketidakseimbangan kemampuan pelaku usaha di tengah persaingan usaha yang
semakin kompetitif ini yang juga menjadi salah satu penyebab banyaknya pelaku
usaha yang mengalami kegagalan dalam menjalankan usahanya. Kondisi inilah
yang menimbulkan atau menyebabkan terjadinya kekurangan jumlah usaha kecil
dan menengah dalam suatu perekonomian atau sering disebut fenomena missing
middle. padahal keberadaan UMKM di suatu perekonomian sangat dibutuhkan
untuk dalam hal menopang industrialisasi dan ekspor, sehingga peneliti tertarik
melakukan penelitian ini, dengan tujuan untuk meningkatkan UMKM di Kota
Batam. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi
yang digunakan dalam penelitian ini pelaku UMKM di Kota Batam yang terdaftar
di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam. Data jumlah Pelaku UMKM tahun
2022 sebanyak 282 UMKM. Peneliti menggunakan teknik non probability
sampling, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive
sampling. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus slovin maka Sampel
dalam penelitian inisebanyak 165 responden. Adapun sumber data dalam penelitian
ini adalah data Primer, data ini diperoleh langsung dari seperti penyebaran
kuesioner melalui google form. Hasil dari penelitian ini telah dilakukan peneliti
ditemukan bahwa hipotesis pertama menunjukkan bahwa pengetahuan akuntansi
berpengaruh signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM di
Kota Batam. Hipotesis kedua menunjukkan bahwa skala usaha berpengaruh
signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM di Kota Batam.
Hipotesis ketiga menunjukkan bahwa lama usaha berpengaruh signifikan terhadap
penggunaan informasi akuntansi pada UMKM di Kota Batam. Hipotesis keempat
yang menyatakan pengetahuan akuntansi, skala usaha dan lama usaha bersama?sama berpengaruh signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi pada
UMKM di Kota Batam