Abstract :
Dalam dunia perbisnisan sering kali ditemui adanya kecurangan atau perilaku
menyimpang salah satunya adalah kecurangan akuntansi. Kecurangan akuntansi
merupakan salah satu perbuatan yang melawan hukum dan merupakan perbuatan
ketidakjujuran yang dilakukan oleh seseorang didalam maupun diluar sebuah
perusahaan. Tingginya moralitas pribadi seseorang, maka kecenderungan untuk
melaksanakan pemanipulasian akan lebih minim, semakin baik pengelolaan
internal sebuah entitas, maka keinginan untuk mengerjakan penggelapan akan lebih
rendah. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui fakto dari
pengendalian internal, ketaatan aturan akuntansi dan moralitas individu terhadap
kecenderungan kecurangan akuntansi. Sebanyak 100 responden karyawan pada
departemen finance, accounting, purchasing dan sejenisnya yang ada di Kota
Batam digunakan sebagai sampel penelitian. Data penelitian didapatkan dari hasil
penyebaran kuesioner dengan pengukuran skala likert. Analisis deskriptif, uji
validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, analisis koefisien
determinasi (R2
), uji t dan uji F ialah metode analisis yang digunakan dalam
penelitian ini. Kemudian data dianalisa dan diolah dengan program SPSS versi 26.
Berdasarkan hasil analisa yang telah dilaksanakan, uji t menunjukkan bahwa
ketaatan aturan akuntansi dan moralitas individu memiliki pengaruh signifikan
secara parsial terhadap kecendrungan kecurangan akuntansi. Pengendalian internal
secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan
akuntansi. Dengan hasil analisa uji F menunjukkan bahwa pengendalian internal,
ketaatan aturan akuntansi dan moralitas individu secara simultan berpengaruh
signifikan pada kecenderungan kecurangan akuntansi.