Abstract :
Komunikasi keluarga antara perantau (anak) dengan orang tua adalah interaksi
verbal dan non-verbal yang terjadi antara anak yang merantau jauh dari rumah
dengan orang tua mereka. Komunikasi ini memungkinkan mereka untuk tetap
terhubung, berbagi informasi, dan menjaga hubungan emosional meskipun
berjauhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memanfaatkan
teori skema hubungan keluarga oleh Mery Anne Fitzpatrick. Teori ini
menunjukkan beagaimana praktik komunikasi dalam sebuah keluarga dengan
melibatkan peran orangtua dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk
dan pola komunikasi yang diterapkan perantau asal Sumatera Selatan yang
beraada di Kota Bantam bersifat verbal, dengan pola komunikasi yang disesuaikan
dengan praktik komunikasi antara anak dengan orang tua dalam konsep
Fitzpatrick. Dengan melakukan wawancara sebagai salah satu teknik
pengumpulan data penelti mengetahui bagaimana komunikasi yang terjadi dengan
menggunakan beberapa media seperti WhatsApp dan Videocall perantau dapat
terus bertukar informasi kepada orangtua di kampung halamannya. Dalam
kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi keluarga perantau
Sumatera Selatan di Kota Batam dengan orang tua di kampung halaman penting
untuk mempertahankan hubungan keluarga meskipun jarak menjadi kendala.
Komunikasi yang baik dan hubungan emosional yang erat membantu mengatasi
kendala tersebut. Teori skema hubungan keluarga dapat memberikan pandangan
yang bermanfaat dalam memahami komunikasi dalam keluarga, antara anak
sebagai perantau dengan orang tua yang menjadi hal penting dalam
mempertahankan hubungan keluarga dengan kendala jarak dan keterpisahan fisik.