Abstract :
Arketipe sudah ada di dunia ini sejak zaman primitif hingga zaman modern.
Pengalaman awal yang secara tidak sengaja membentuk kepribadian setiap orang
akan membentuk arketipe. Untuk memahami karakteristik karakter dalam sebuah
karya sastra, analisis arketipe dapat diterapkan. Untuk memahami karakter dalam
sebuah cerita, penelitian dapat menggunakan arketipe untuk melihat persona dan
bayangan. Mencari tahu persona dan pengalaman bayangan karakter dari karya
sastra adalah tujuan dari penelitian ini. Jawaban dari pertanyaan penelitian akan
digunakan untuk menentukan persona dan arketipe bayangan karakter yang
mungkin ditemukan dalam novel. Penelitian ini akan menggunakan teori yang
dikemukakan oleh C.G. Jung (1969) untuk menganalisis arketipe kesepuluh tamu
melalui bayangan dan persona. Penelitian ini telah menggunakan novel Agatha
Christie "And Then Then Were None" sebagai sumber datanya. Metode kualitatif
deskriptif telah digunakan untuk melakukan penelitian ini, di mana data akan
dianalisis dengan menggunakan kata-kata dan kalimat. Metode observasi Creswell
& Creswell (2018) telah digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data
dari novel. Data tersebut kemudian telah dianalisis menggunakan teori dari Ratna
(2004) dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Penelitian ini juga telah
menggunakan metode strategi kualitatif Creswell & Creswell (2018). Metode ini
merupakan teknik untuk menguraikan data penelitian secara deskriptif dan
menyajikan temuan penelitian sebagai laporan dengan menggunakan kalimat dan
kata-kata. Penelitian ini juga telah didukung oleh Neuendorf (2002) dengan
analisis isi untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil dari penelitian ini,
sebanyak 28 data teridentifikasi dalam novel "And Then There Were None" karya
Agatha Christie yang relevan dengan dua tujuan penelitian. Secara khusus, ada 9
data "bayangan" yang diidentifikasi untuk tujuan pertama dan 19 data "persona"
yang diidentifikasi untuk tujuan kedua.