Abstract :
Untuk mengidentifikasi pelanggaran maxim, dapat dipahami melalui ujaran
seseorang di dalam media, seperti film atau sebuah saluran di media sosial.
Pelanggaran maxim ditemukan di dalam ujaran yang terdapat di film "Bad Boys
for Life". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis pelanggaran maxim dan
alasan pelanggaran maxim. Peneliti menggunakan studi pragmatik yang
menjelaskan tentang pelanggaran maxim. Peneliti menganalisis pelanggaran
maxim tersebut dari ucapan yang dilontarkan oleh pembicara. Penelitian ini
menggunakan teori yang dikembangkan oleh Grice (1975) untuk menelaah jenis
pelanggaran maxim dan teori Thomas (1995) untuk menelaah alasan pelanggaran
maxim. Metode deskriptif kualitatif adalah metode yang digunakan melakukan
penelitian ini dan metode observasi untuk mengumpulkan data. Langkah-langkah
yang dilakukan peneliti yaitu menonton, mendengar dan mengamati alur cerita dari
film ?Bad Boys for Life?. Penelitian ini menganalisis empat maxim yang
dikemukakan oleh Grice dan mengaplikasikannya untuk meneliti ujaran yang
terdapat pada film tersebut. Hasil dari penelitian tersebut ditemukan 3 data
pelanggaran kuantitas maksim, 9 data pelanggaran kualitas maksim, 17 data
pelanggaran relevansi maksim dan 10 data pelanggaran pelaksanaan maksim.
Kemudian, ditemukan juga beberapa alasan pelanggaran maksim yang meliputi,
memberikan informasi yang berlebihan karena ingin memperjelas perkataannya,
mengubah topik pembicaraan karena adanya topik yang sensitif dan tidak harus
dibahas. Dalam penelitian ini maksim yang paling dominan yaitu relevansi maksim
karena film komedi memberikan ujaran yang sulit untuk dipahami dan tidak relevan
dengan topik yang sedang dibicarakan. Kesimpulan yang bisa diambil adalah
semua orang pernah melanggar maksim dengan sengaja atau pun tidak sengaja.