Abstract :
Bahasa memiliki peran penting yang tak terbantahkan dalam komunikasi di
masyarakat. Melalui bahasa, manusia dapat mengekspresikan pikiran dan
emosinya saat berkomunikasi. Manusia mengekspresikan emosi, ide, dan pikiran
melalui bahasa dan ekspresi tersebut memiliki peran penting dalam hubungan
manusia. Salah satu tindakan ekspresif yang umum adalah meminta maaf, yang
merupakan tindak tutur ilokusi yang dilakukan untuk memperbaiki kesalahan atau
pelanggaran yang sudah berlalu, untuk memulihkan hubungan antara penerima
maaf dan peminta maaf. Dalam penelitian ini, dua objek diambil untuk menjadi
tujuan penelitian, yaitu jenis strategi permintaan maaf dan faktor dari permintaan
maaf yang dapat ditemukan dalam novel "The Last Song" karya Nicholas Sparks.
Peneliti menerapkan teori strategi permintaan maaf oleh Trosborg (1994) dan
faktor-faktor permintaan maaf yang diteorikan oleh Blum-Kulka and Olshtain
(1984) untuk menganalisis objek dari penelitian ini. Penelitian ini telah
menerapkan desain penelitian kualitatif deskriptif oleh (Creswell, 2013), dan
didukung dengan metode observasional untuk mengumpulkan dan menganalisis
data yang diteorikan oleh Sudaryanto (2015). Hasil analisis menunjukkan bahwa
terdapat 3 data strategi mengelak, 13 data permintaan maaf langsung, 9 data
permintaan maaf tidak langsung, dan 2 data dukungan perbaikan. Untuk faktornya,
ada 2 data faktor budaya, 23 data faktor pribadi, dan 2 data faktor kontekstual.
Akhirnya, semua ucapan strategi dan faktor ditemukan dalam novel "The Last
Song" oleh Nicholas Sparks.