Abstract :
Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menemukan jenis dan fungsi bahasa tabu
yang diucapkan oleh para karakter yang ada dalam film "Deadpool 2". Penelitian
ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Penelitian ini
menggunakan teori dari Batistella (2005) dan Wardaugh (2010) untuk
mengidentifikasi type dan fungsi dari bahasa tabu. Sumber data diambil dari
ujaran semua karakter yang mengungkapkan bahasa tabu. Dalam mengumpulkan
data, penelitian ini menggunakan metode observasi dan teori teknik nonpartisipatif
oleh Sudaryanto (2015). Sementara itu, penelitian ini menggunakan metode padan
dan dan kompetensi referensial teknik (Sudaryanto, 2015). Hasil dari penelitian ini
dinyatakan sebagai berikut. Pertama, ada empat jenis bahasa tabu yang muncul
dalam ujaran para karakter dalam film Deadpool. Keempat jenis bahasa tabu
tersebut adalah julukan, kata-kata kotor, vulgar, dan cabul. Dari 30 data yang
ditemukan dalam film Deadpool, bahasa tabu yang paling sering digunakan adalah
kecabulan sebanyak 12 data, julukan sebanyak 7 data, vulgar sebanyak 6 data, dan
kata-kata kotor sebanyak 5 data. Kedua, empat fungsi bahasa tabu yang ditemukan
dalam film Deadpool dengan 30 kemunculan. Untuk menunjukkan penghinaan
dengan 7 kemunculan, untuk menarik perhatian dengan 12 kemunculan, untuk
provokatif dengan 6 kemunculan dan untuk mengejek otoritas dengan 2
kemunculan karena tema utama film tersebut adalah komedi romantis yang tidak
terlalu mempermasalahkan kritik pada suatu institusi seperti pemerintah dan
organisasi kemasyarakatan.