Abstract :
Streaming sekarang tersedia di platform Netflix. Namun, platform streaming
mungkin juga berdampak negatif pada penikmatnya. Salah satunya adalah
ketidaksopanan yang ditampilkan di media. Impoliteness itu muncul dalam reality
show berjudul ?The Hype House? (2022). Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi strategies of impoliteness dalam reality show berjudul ?The
Hype House? (2022). Melalui penelitian ini, peneliti mencoba mengidentifikasi
strategi dan fungsi ketidaksopanan yang terkandung dalam reality show ?The
Hype House? (2022). Peneliti akan menggunakan teori yang dikembangkan oleh
Culpeper yang membahas tentang ketidaksopanan. Culpeper (1996)
mengklasifikasikan ketidaksantunan menjadi dua macam, yaitu strategi dan jenis
ketidaksantunan. Dari penelitian ini, peneliti akan menggunakan metode
penelitian deskriptif kualitatif dan data akan dikumpulkan dari masing-masing
ucapan karakter dalam reality show ?The Hype House? (2022). Dan untuk
mengumpulkan data, peneliti akan menggunakan metode observasi dan teknik
mencatat. Peneliti menggunakan metode padan untuk analisis data dan
dilengkapi dengan prosedur daya pilah pembeda dan penulisan garis. Penelitian
ini disajikan dengan menggunakan metode informal untuk memudahkan
pemahaman pembaca. Temuan untuk 4 strategi ketidaksantunan ditemukan dalam
positive impoliteness yang memiliki 9 data, 9 data untuk negative impoliteness, 7
data mengacu pada bald on record, kemudian 3 data untuk sarcasm impoliteness.
Selain itu, peneliti tidak menemukan ucapan yang mengandung withhold
politeness, dalam reality show. Selanjutnya ditemukan 3 tipe impoliteness yaitu 7
data affective impoliteness, 5 data ketidaksantunan dari coercive impoliteness,
dan 16 data ketidaksantunan dalam entertaining impoliteness.