Abstract :
Kajian ini menjelaskan kajian pragmatik yang mencakup pelanggaran maksim?maksim yang terdapat dalam siaran langsung James Corden di stasiun televisi
Amerika. Tujuan pada kajian ini ialah untuk mengungkap jenis pelanggaran
maksim dalam Program James Corden dan mengapa tamu melanggar jenis maksim
tersebut. Penghormatan terhadap maksim terlihat dalam James dan para
pengunjungnya berkomunikasi dengan pola-pola tuturan yang mengandung
penghinaan. Gagasan Grice dan Thomas digunakan dalam penyelidikan ini. Peneliti
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk investigasi ini. Proses
pengumpulan data yang disebut observasi. tindakan yang dilakukan dengan melihat
video di saluran "James Corden" di YouTube, dan dengan menyaksikan diskusi
yang melibatkan pelanggaran maksim dan pembenaran atas pelanggaran tersebut
ketika interaksi terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 data yang
berisikan tipe dari pelanggaran maksim di dalam percakapan. Maksim kuantiitas
berjumlah 23 data 3 data berisi maksim kualitas, 3 data untuk maksim relevan dan
terakhir 1 data untuk maxim cara. Peneliti juga menemukan ada 30 data alasan
mengapa tamu di James corden melanggar maksim tersebut. Kesimpulan yang
dapat ditarik adalah bahwa setiap orang tanpa disadari melanggar maksim semacam
ini, tetapi pendengar dan penutur dapat mempertahankan maknanya tanpa saling
menyakiti.