Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis implikatur percakapan dan
maksim yang dilanggar oleh karakter dalam film yang menciptakan implikatur
percakapan yang muncul dalam film ?House of Gucci?. Penelitian ini difokuskan
pada analisis film dengan menggunakan teori implikatur dan prinsip kerja sama
yang dikemukakan oleh Grice (1975). Kemudian data dianalisis dengan
menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan pencatatan
sebagai instrumen untuk mengetahui data yang lebih valid yang termasuk dalam
implikatur percakapan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperluas
wawasan pembaca dalam bidang pragmatik, khususnya yang berkaitan dengan
implikatur percakapan. Selain itu, penelitian ini dapat dijadikan referensi
tambahan untuk penelitian selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
dalam film ?House of Gucci? terdapat 40 ujaran yang termasuk dalam implikatur
percakapan, dimana terdapat 35 implikatur percakapan umum dan 5 implikatur
percakapan khusus dengan melanggar maksim percakapan. Yaitu, yang paling
dominan melanggar maksim kualitas sebanyak 16 data, sedangkan yang paling
sedikit melanggar maksim kuantitas sebanyak 1 data. Alasan mengapa
pelanggaran maksim kualitas lebih banyak dari pelanggaran maksim kuantitas
adalah karena pada zaman dulu orang sering menggunakan kata-kata kiasan yang
digunakan untuk memberi kesan keindahan dan tekanan pentingnya apa yang
disampaikan.