Abstract :
Dalam perencanaan layout warehouse perlu mempertimbangkan
beberapa hal, seperti berdasarkan jenis barang dan aliran barang. Aliran
barang dibedakan menjadi dua, yaitu fast moving dan slow moving. Dampak
yang dihasilkan dari tata letak gudang antara lain mengoptimalkan biaya dan
kualitas lingkungan kerja menjadi lebih efisien. PT Katindo Utama adalah
perusahaan yang bergerak di bidang sector industri dalam penjualan material
konstruksi. Kondisi tata letak pada saat ini masih belum berdasarkan suatu
perancangan tata letak yang efesien dan efektif sehingga menyebab kan akhir
? akhir ini perusahaan sering mengalami kerugian terutama pada area
warehouse khusus material keramik, permasalahan yang terjadi ini
dikarenakan pada peletakan material keramik yang masih acak dan tidak
beraturan sehingga meyebabkan material keramik yang bertumpuk tinggi
terjatuh dan pecah. Masalah penting dalam peyusunan material adalah
bagaimana mengatur fasilitas untuk tata letak yang efektif dan efisiensi tinggi
dalam pengoperasiannya. Oleh karena itu, masalah tata letak fasilitas harus
dipertimbangkan karena merupakan masalah sistem yang kompleks. Metode
penyimpanan berbasis kelas mengategorikan produk ke dalam tiga kelompok
kelas, yaitu kelompok A, kelompok B, dan kelompok C, berdasarkan hasil
klasifikasi ABC. Barang kelompok A disusun di dekat pintu keluar, kelompok
B disusun sesudah kelas A, dan kelompok C disusun setelah kelas B. Metode
ABC digunakan untuk melakukan penanganan barang tersebut .Hasil
perencanaan re-layout membuat penataan barang di warehouse menjadi lebih
rapi dan teratur dikarenakan barang yang disimpan dikelompokkan
berdasarkan frekuensi pergerakan barang.Sehingga mempermudah
melakukan pengambilan dan pengeluaran barang karena barang yang akan
di ambil berada pada lokasi yang terdekat dengan I/O