Abstract :
Produktivitas memegang tiga pilar yang menopang suksesnya produktivitas yaitu
kuantitas (Quantity), keselamatan (Safety), kualitas (Quality). Apabila
produktivitas tercapai seringkali pekerja mengalami keluhan akibat cara kerja
kurang nyaman dan pekerjaannya juga dilakukan secara berulang-ulang atau
repatitif. Pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang dapat mengakibatkan
musculuskeletal disorders yakni terjadinya cedera pada bagian otot, urat syaraf,
urat daging, persedian tulang.
Keluhan musculuskeletal disorders dapat disebabkan oleh beberapa faktor yakni
cara kerja yang salah, alat kerja yang tidak sesuai dengan penggunaannya, stasiun
kerja yang tidak sesuai dengan pekerjanya. Adapun tujuan penelitian dari rumusan
masalah adalah untuk Mengetahui bagaimana bentuk alat bantu packaging pada
pekerja mebel di PT. Royce Enterprise Co. Pendekatan dengan metode
antropometri merupakan suatu bidang yang mendukung Ergonomi, apalagi dalam
perancangan peralatan yang mempunyai dasar prinsip ergonomi. Sehingga definisi
dari antropometri adalah suatu bidang yang mendalami tentang pengukuran
dimensu tubuh manusia. Pendekatan antropometri juga dapat digunakan untuk
sebagai petunjuk desain perancangan suatu produk maupun fasiltas kerja laiinya
yang juga memerlukan interasi dengan manusia. Dari penerapan metode
pendekatan antropometri didapatkan hasil perancangan tinggi awal alat bantu
packing adalah 35 cm setalah dirancang dengan acuan data antropometri dari
operator adalah 73 cm. Dimensi antropometri yang digunakan dalam perancangan
adalah tinggi siku berdiri tegak dengan menggunakan persentil 50 yang hasilnya
adalah 87,8 jika dibulatkan maka hasilnya 88 dengan BKA 92,4 dan BKB 83.