Abstract :
Tingkat daya saing ekonomi secara substansial dipengaruhi oleh perkembangan
teknologi yang berkembang pesat. Dalam hal ini, hasil penjualan telah
berkembang sebagai hasil dari daya saing pemilik bisnis di sektor penjualan
produk. Tentu saja, pemilik bisnis tidak ingin melihat penurunan hasil penjualan
sebagai akibat dari produk yang tidak memenuhi tujuan penjualan. Pemilik bisnis
di sektor komersial menginginkan informasi bisnis untuk mengembangkan
rencana yang dapat dilakukan untuk memenuhi permintaan pelanggan dan
membalikkan penurunan penjualan. Ketika menggunakan algoritme aturan
asosiasi apriori, data transaksi penjualan yang dibuat dari produk yang dibeli
secara bersamaan oleh konsumen saat berbelanja, pengembangan data atau
metode penggalian data diperlukan untuk membuat data tersebut menjadi relevan
dan bernilai. Untuk meningkatkan stok dan mengurangi stok produk yang tidak
laku, data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi barang-barang yang sering
dibeli oleh konsumen. Informasi tersebut juga digunakan oleh retailer untuk
memposisikan barang dagangan sesuai dengan preferensi pembeli. Teknik yang
digunakan untuk pengambilan data menggunakan association rule dengan
minimum support sebesar 0.17 dan minimum confidence sebesar 0.60. Dalam
rangka mengelola inventaris dan mempermudah memposisikan produk sesuai
dengan preferensi konsumen berdasarkan nilai support dan confidence, tujuan
penelitian ini adalah untuk mengubah temuan dari analisis data transaksi yang
terakumulasi di toko pakaian menjadi informasi yang berguna. Menurut temuan
studi, item Atasan Wanita dan Atasan Pria memiliki hubungan, dengan nilai
support sebesar 27,86% dan nilai confidence sebesar 68,00%. Ketika memutuskan
pengadaan stok apa yang harus diprioritaskan di masa depan, informasi ini juga
dapat digunakan untuk menentukan produk mana yang banyak diminati dan mana
yang kurang diminati oleh pelanggan.