Abstract :
Kebakaran merupakan bencana yang dapat menyebabkan kerugian moril maupun
materil. Insiden kebakaran dapat terjadi akibat dari kesalahan teknis maupun
kelalaian dari manusia. Oleh sebab itu diperlukan langkah efisien untuk mengurangi
dampak negative dari insiden tersebut. Beberapa pencegahan dilakukan dengan
memanfaatkan teknologi informasi untuk mendeteksi kebakaran satu diantaranya
yaitu teknologi IoT (Internet of thing). Teknologi IoT memiliki konsep membangun
beberapa perangkat pintar yang dapat bertukar informasi menggunakan jaringan
nirkabel antara perangkat kendali yang dilengkapi beberapa sensor pendukung.
Pendeteksi kebakaran di rancang pada umumnya untuk orang normal, tetapi sulit
untuk digunakan bagi orang berkebutuhan khusus seperti penyandang tuna rungu.
Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sebuah alat
pendeteksi kebakaran serta mengimplementasikannya bagi penyandang tunarungu,
dengan desain berupa gelang yang dilengkapi dengan ESP8266 yang bisa
dihubungkan melalui jaringan internet untuk menerima notifikasi seperti getaran dan
lampu berkedip, jika terdeteksi terjadinya kebakaran dapat memudahkan penyandang
tuna rungu menerima informasi terjadinya kebakaran. Perancangan sistem
menggunakan Arduino Uno sebagai control dan sensor kebakaran, sensor gas MQ-2,
sensor DHT22 sebagai pendeteksi kondisi ruangan kemudian di olah menjadi data
yang akan dikirim ke server yaitu Thinkspeak yang berfungsi menyimpan data,
kemudian data di baca oleh gelang untuk memberikan informasi. Pengujian
mencakup waktu rata-rata (ms) pengiriman yaitu suhu 4,46, kelembaban 4,48, kadar
gas 4,93, api 4,21 dan 4,16 dan data pembacaan suhu 3,55, kelembaban udara 3,53,
kadar gas 3,72, api 3,35 dan 3,62. Notifi bahaya, motor getar aktif dan buzzer aktif
jika pembacaan sensor api > 500 nm, suhu >= 40 oC, asap >10 ppm dan
kelembapan >= 80. Hasil penelitian menghasilkan sebuah alat yang berguna untuk
memberikan informasi adanya bahaya kebakaran untuk para penyandang tunarungu