Abstract :
Adanya ancaman-ancaman pengeluaran berlebihan akibat tidak seimbangnya arus
kas masuk dan keluar yang diakibatkan manajemen keuangan yang tidak
direncanakan dengan baik menjadi alasan mengapa literasi keuangan, sikap
keuangan dan locus of control merupakan variabel yang penting dan diduga
mempengaruhi perilaku manajemen keuangan seseorang khususnya mahasiswa
dimana terdapat masa peralihan pengendali keuangan dari dipegang oleh orang tua
kini dikendalikan oleh diri sendiri yang tentunya perlu dikendalikan dengan
tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh antar variabel
literasi keuangan, sikap keuangan dan locus of control terhadap perilaku
manajemen keuangan dimana ruang lingkup penelitian ini mengukur literasi
keuangan, sikap keuangan dan locus of control mahasiswa dengan menggunakan
kuesioner. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif
dengan menggunakan simple random sampling rumus slovin dengan margin of
error sebesar 10% sehingga diperoleh sampling sebanyak 99. Hasil penelitian
setelah serangkaian pengujian yakni: berdasarkan (uji-t) dari literasi keuangan
diperoleh nilai signifikansi 0,751 > 0,05 artinya variabel X1 tidak berpengaruh
terhadap Variabel Y. Berdasarkan (uji-t) dari sikap keuangan diperoleh nilai
signifikansi 0,041 < 0,05 artinya variabel X2 berpengaruh positif dan signifikan
terhadap variabel Y. Berdasarkan (uji-t) dari locus of control diperoleh nilai
signifikan 0,004 < 0,05 artinya variabel X3 berpengaruh positif dan signifikansi
terhadap variabel Y. Literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap perilaku
manajemen keuangan berkemungkinan karena seseorang yang berliterasi keuangan
tidak serta merta artinya ia mampu memanajemen keuangannya dengan baik. Sikap
keuangan berpengaruh positif terhadap perilaku manajemen keuangan karena
keyakinan seseorang terhadap hasil perilaku melalui sikap yang diaplikasikan pada
perilakunya mendorongnya bersikap demikian, dan locus of control berpengaruh
positif terhadap perilaku manajemen keuangan karena seseorang yang mempunyai
locus of control internal percaya bahwa hidupnya dibawah kendalinya sendiri
sehingga apabila ia menginginkan sesuatu hal seperti kesejahteraan keuangan maka
ia akan mengendalikan dirinya dalam membelanjakan keuangannya.