Abstract :
PT Mitra Energi Batam sebagai pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) yang bekerja
sama dengan PT PLN-Batam untuk mengatur pasokan listrik di kota Batam. Dalam
proses produksinya, PT Mitra Energi Batam menggunakan mesin gas turbine
generator Rolls-Royce yang sudah beroperasi selama 17 tahun. Evaluasi
menunjukkan bahwa mesin tersebut tidak berfungsi dengan baik dan efisien.
Penggunaan tanpa perawatan berkala telah menyebabkan penurunan tingkat
keandalan, sehingga mengakibatkan kerusakan dan downtime operasional. Data
produksi dari September 2022 hingga September 2023 menunjukkan total
downtime 805,60 jam karena gas turbine generator Rolls-Royce. Tujuan penelitian
ini adalah untuk menemukan faktor-faktor yang menyebabkan tingkat downtime
yang tinggi dan menemukan metode yang tepat untukuntuk memperkirakan pola
kerusakan dan merencanakan jadwal perawatan berkala agar performa mesin tetap
prima. Metode analisis mencakup pengukuran Overall Equipment Effectiveness
(OEE) untuk mengukur efektivitas mesin, mengidentifikasi six big losses dengan
diagram Pareto, dan menggunakan diagram fishbone untuk menganalisis penyebab
utama masalah dan MTBF dan MTTR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OEE
rata-rata memenuhi standar Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) sebesar
88,10%, meskipun ada periode di bulan April hingga Mei yang belum mencapai
standar tersebut. Faktor utama penyebab tingginya downtime adalah idling minor
stoppage (8,83%) dan equipment failure losses (8,81%). Tingginya downtime pada
mesin gas turbine generator Rolls-Royce disebabkan lead time pengadaan mesin
yang lama dan keterbatasan stok spare part. Disarankan penerapan planned dan
autonomous maintenance serta metode MTBF dan MTTR untuk meminimalkan
downtime.