Abstract :
Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia berupaya melaksanakan pembangunan ekonomi secara terencana dan bertahap. Pembangunan ekonomi bertujuan untuk mencapai tingkat pertumbuhan bisnis individual yang tinggi, yang
pada akhirnya memungkinkan terbentuknya usaha kecil dan menengah (UKM). Namun, salah satu masalah yang sering terjadi dalam industri ini adalah pengaturan
bahan baku pangan yang tidak teratur, di mana ketika pelanggan membutuhkan bahan baku pangan, bahan baku pangan tersebut sulit ditemukan, menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Metode ABC (Active Based Costing) adalah metode
yang tepat untuk mengatasi masalah ini di mana analisisnya dibagi menjadi beberapa kategori. Dalam perbandingan antara tata letak awal dan usulan, terdapat perbedaan nilai yang signifikan di mana Biaya Penanganan Material awal (OMH) untuk kategori A adalah Rp. 17.289.090,25, kategori B yaitu sebesar Rp. 3,651,217.56, dan kategori C sebesar yaitu Rp.1,859,573.37, sedangkan untuk Ongkos Material Handling (OMH) usulan kategori A yaitu sebesar Rp.5,090,676,57, kategori B yaitu sebesar Rp.1,309,095,08 dan kategori C yaitu sebesar Rp.1,066,807,88.