Abstract :
Sumber daya bawah laut yang ada di Kabupaten Karimun khususnya di Kabupaten
Moro dapat memberikan peluang usaha bagi usaha kecil dan menengah (UKM).
CV. Moro?s Pure Marine Collagen, yang berlokasi di Desa Jang, memproduksi
hasil budidaya rumput laut untuk menghasilkan minuman collagen yang disebut
"Moro?s Pure Marine Collagen?. Maka, peneliti akan melakukan studi kelayakan
usaha rumput laut. Dan peneliti mengambil judul ?STUDI KELAYAKAN
PENGOLAHAN RUMPUT LAUT DI DESA JANG?.Pengolahan data dilakukan
secara kualitatif dan kuantitatif. Pengolahan data kualitatif digunakan untuk
menganalisis aspek-aspek non-finansial yang meliputi aspek hukum, aspek pasar
dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, serta aspek lingkungan hidup aspek
manajemen dan sumber daya manusia. Sedangkan pengolahan data kuantitatif
dilakukan untuk menganalisis aspek finansial dengan menghitung investasi dan
penyusutan, struktur biaya, biaya tetap, biaya variable, total biaya, net present value
(NPV), Break Even Point (BEP), internal rate of return (IRR), dan payback period
(PP).Berdasarkan hasil analisis aspek finansial dapat dikatakan bahwa usaha
pengolahan rumput laut di CV. Moro''s Pure Marine collagen layak dan juga
menguntungkan. Nilai kelayakan ini ditunjukkan jumlah nilai BEP unit sebanyak
1.236 unit dan BEP Rupiah Rp. 6,946.00 nilai NPV sebesar Rp.195,869,079.29.
serta IRR 21% dan PP 4,4 bulan.Dari hasil analisis baik aspek non finansial maupun
aspek finansial dapat dinyatakan bahwa usaha pengolahan rumput laut yang
dijalankan oleh CV. Moro?s Pure Marine Collagen dapat dikatakan layak dan
menguntungkan. CV. Moro?s Pure Marine Collagen dapat terus melanjutkan dan
mengembangkan usaha pengolahan rumput laut dengan memperhatikan kegiatan
pemasaran dengan tepat sehingga mampu memperluas target pasar sehingga
perusahaan mampu meningkatkan penjualan minuman collagen.