Abstract :
Otonomi daerah merupakan wujud dari good governance di bidang politik melalui
pembangunan nasional dengan tujuan menciptakan masyarakat Indonesia yang
sejahtera. Pemerintah daerah diharap dapat mengelola keuangan daerah yg terdapat
di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), salah satunya dengan
meningkatkan potensi pendapatan daerah dan memberi alokasi belanja daerah yang
tinggi di sektor produktif yaitu belanja modal. Belanja modal digunakan untuk
membangun aset tetap berupa fasilitas pelayanan umum yang memadai untuk
mendukung investor berinvestasi sehingga tingkat produktifitas semakin maju dan
perekonomian semakin baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Pendapatan Asli Daerah
terhadap Belanja Modal di Kota Batam. Populasi dalam penelitian ini menggunakan
Laporan Realisasi APBD Kota Batam tahun 1999 sampai dengan tahun 2020.
Sampel dalam penelitian ini menggunakan Laporan Realisasi APBD Kota Batam
tahun 2013 sampai dengan 2019. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara
dokumentasi dengan jenis data sekunder. Metode analisis data dalam penelitian ini
menggunakan SPSS V26. Hasil hipotesis uji-t menunjukkan bahwa Dana Alokasi
Umum tidak berpengaruh signifikan terhadap Belanja Modal dengan nilai t hitung
-0,060> t tabel -2,06390 dan nila sig. 0,953> 0,05. Dana Alokasi Khusus tidak
berpengaruh signifikan terhadap Belanja Modal dengan nilai t hitung 0,05 0,05. Pendapatan Asli Daerah berpengaruh signifikan
terhadap Belanja Modal dengan nilai t hitung 4,196> t tabel 2,06390 dan nilai sig.
0,000 <0,05. Dan hasil hipotesis uji-f menunjukkan bahwa secara simultan Dana
Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Pendapatan Asli Daerah berpengaruh
positif signifikan terhadap Belanja Modal dengan nilai f hitung 23.551> f tabel 3.01
dan nilai sig . 0,000 <0,05.