Abstract :
Memperoleh imbal hasil atas modal yang di tanamkan merupakan tujuan utama
seorang investor melakukan investai. Namun di dalam Bursa Efek Indonesia,
terdapat beberapa perusahaan yang kondisi keuanganya tidak stabil. Hal tersebut
diduga dipengaruhi oleh variabel laba akuntansi dan cash flow karena selama
periode pengamatan laba akuntansi dan cash flow memiliki nilai yang tidak
stabil atau berfluktuatif. Tujuan utama dilakukan penelitian ini adalah untuk
mengetahui apakah laba dan arus kas berpengaruh terhadap financial distress.
Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 26 perusahaan yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam
menentukan sampel mana yang akan diambil dan terdapat 10 perusahaan yang di
jadikan sampel karena telah memenuhi kriteria pengambilan sampel yang
ditentukan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling.
Hasil dari pengujian hipotesis yang menggunakan uji t menunjukkan laba
dijelaskan dari jumlah t hitung senilai 4,994 > 2,01174 t tabel dan tingkat
signifikan nya adalah 0,000 < 0,05 ,yang berarti laba secara parsial berpengaruh
signifikan terhadap financial distress, sedangkan untuk arus kas di jelaskan
dengan nilai t hitung sebesar 0,838 < 2,01174 untuk t hitung dan nilai signifikan
nya ada di angka 0,407 > 0,05, yang berarti arus kas secara parsial berpengaruh
namun tidak signifikan terhadap financial distress, yang terakhir merupakan
pengaruh laba dan arus kas terhadap financial distress, kondisi ini di jelaskan
dengan uji simultan (uji f) menunjukkan bahwa nilai f hitung nya adalah 12,585 >
f tabel nya 3,20 dan taraf signifikan F senilai 0,000 < 0,05 ,sehingga dapat di
pastikan bahwa laba dan arus kas berpengaruh signifikan terhadap kondisi
financial distress.