Abstract :
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang familiar di Indonesia, terutama karena negara ini beriklim tropis yang menjadi habitat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya yang dilakukan dalam pencegahan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) DI Kota Batam. Dinas Kesehatan Kota Batam memiliki peran penting dalam mengendalikan dan mencegah penyebaran DBD. Berdasarkan Peraturan Wali Kota Batam Nomor 33 Tahun 2019 tentang pengendalian vektor nyamuk, upaya pencegahan dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pemberantasan sarang nyamuk, fogging, dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dinas Kesehatan Kota Batam telah melaksanakan berbagai program pencegahan, seperti Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (GIRIJ) yang melibatkan setiap keluarga dalam pemantauan jentik nyamuk, serta program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang diarahkan oleh surat edaran dari Wali Kota Batam jumantik cilik, fogging, penyuluhan masyarakat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan juga dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan. Meskipun program-program tersebut sudah berjalan, penelitian ini menemukan masih ada tantangan yang harus dihadapi seperti kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya program-program tersebut. Oleh karena itu diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dan memastikan pelaksanaan program secara merata di seluruh wilayah Kota Batam.