Abstract :
Penelitian ini meneliti peran penting pemerintah, khususnya Dinas Bina Marga Kota Batam, dalam pemeliharaan dan perbaikan jalan kota. Panjang jalan di Kota Batam mencapai 917,20 km, dengan sebagian masih rusak, yang menyebabkan kesulitan dan kecelakaan bagi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aparatur di Dinas Bina Marga membutuhkan keahlian khusus di bidang jalan dan menggunakan Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEK BATAM) untuk evaluasi kinerja. Kelembagaan pemeliharaan jalan melibatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Dinas Bina Marga dilengkapi dengan sarana, prasarana, teknologi yang memadai, serta dukungan finansial yang cukup. Regulasi pemeliharaan jalan diatur melalui Musrenbang dengan usulan dari masyarakat, dinas, DPRD, dan Wali Kota Batam. Faktor yang mempengaruhi evaluasi kebijakan pemeliharaan jalan termasuk dana tak terduga akibat kerusakan yang lebih parah dari perkiraan, serta penggunaan sistem software manajemen proyek untuk administrasi. Perencanaan didasarkan pada data kerusakan jalan yang diusulkan oleh tim survei menggunakan Survei Deficiency Indeks (SDI). Dukungan dari pemangku kepentingan diperoleh melalui Musrenbang. Ketersediaan dan kualitas data, menggunakan teknik survei SDI, membuat pengelolaan pemeliharaan jalan lebih efektif. Mekanisme umpan balik kepada masyarakat dan tanggapan langsung mengenai kondisi dan kualitas pemeliharaan jalan juga dibentuk untuk meningkatkan efisiensi dan responsivitas.