Abstract :
SMPN 16 Batam adalah salah satu sekolah di Kepulauan Riau yang
melaksanakan Program Indonesia Pintar melalui Kartu Indonesia Pintar. Proses
seleksi siswa yang diajukan kepada pemerintah sebagai siswa penerima Kartu
Indonesia Pintar masih dilakukan secara manual melalui pertimbangan Kepala
Sekolah. Untuk meminimalisir kesalahan dan mendapatkan hasil yang adil maka
diperlukan metode pengambilan keputusan dalam menetukan siswa yang layak
menerima Kartu Indonesia Pintar. Pada penelitian ini mengunakan metode Simple
Additive Weighting (SAW) dan Technique for Order Preference by Similarity of
Ideal Solution (TOPSIS). Pemilihan kedua metode pengambilan keputusan ini
karena kedua metode ini memiliki perhitungan yang tidak rumit. Perbandingan
kedua metode ini bertujuan untuk melihat perbedaan hasil keputusan dari kedua
metode tersebut. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendapatan
orangtua,status kelengkapan orangtua,status terdata Data Terpadu Kesejahteraan
Sosial (DTKS),nilai raport, dan prestasi. Data alternatif yang digunakan sebanyak
77 data dari 344 data siswa SMPN 16 Batam penerima bantuan tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan siswa yang layak menerima bantuan
tersebut adalah Al Furqan Syarifuddin dengan hasil 0,93 pada Simple Additive
Weighting (SAW) dan 0,206 pada Technique for Order Preference by Similarity
of Ideal Solution (TOPSIS). Kedua metode tersebut menghasilkan keputusan yang
sedikit berbeda pada urutan prioritas siswa namun menghasilkan top rekomendasi
siswa penerima Kartu Indonesia Pintar.