Abstract :
Database perusahaan masih menggunakan Microsoft Excel untuk mengelola
tingkat inventaris. Misalnya, jika proses entri data produk sangat terbatas, maka
diperlukan pengelola yang cermat dalam memasukkan datanya. Jika administrator
tidak memegang kendali, kesalahan dapat terjadi, yang dapat mengakibatkan data
berlebihan atau kehilangan data selama impor. Redundansi atau kehilangan data
akibat kurangnya ketelitian admin bisa menyebabkan perbedaan antara jumlah
persediaan barang dalam sistem dan jumlah fisik yang ada. Selain itu, karena
aplikasi yang ada tidak dapat menyimpan data terpusat dalam satu database, masih
terdapat risiko kehilangan data karena pengontrol. Jika administrator secara sengaja
atau tidak sengaja menghapus atau mengganti data, data tersebut dapat hilang
sehingga menyebabkan ketidakkonsistenan dalam daftar data. Bahkan satu sel yang
hilang di Microsoft Excel dapat menyebabkan data daftar menjadi salah atau tidak
akurat.