Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekerasan yang dialami oleh tokoh utama
?The Color Purple?, Celie, dan bagaimana ia sebagai perempuan berjuang dengan
perlakuan buruk yang ia alami. Celie adalah seorang perempuan yang dikelilingi oleh
laki-laki patriarki yang menganggap bahwa perempuan adalah ?Yang Lain? sehingga
laki-laki bisa berperilaku seenangkan kepada perempuan bahkan jika itu melakukan
kekerasan terhadap perempuan. Dengan latar belakang cerita tersebut penelitian ini
akan menganalisis tokoh Celie menggunakan teori kekerasan dari Galtung. (2013) dan
perjuangan perempuan melawan patriarki oleh Beauvoir (2010). Penelitian ini
menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang mana dalam menyajikan hasil
penelitian memberikan deskripsi mengenai fenomena yang dianalisis. Berdasarkan
temuan penelitian ini ditemukan bahwa Celie mengalami ketiga bentuk kekerasan yang
dijelaskan Galtung (2013), kekerasan langsung, kekerasan struktural, dan kekerasan
budaya. Penelitian ini menggunakan metode analisis Kualitatif Deskriptif dengan
menggunakan teori (Cresswell, 2018). Hasil peneliti disajikan dalam bentuk kalimat,
kata, teks, paragraf, dialog, dan percakapan karakter tanpa persentase, numerik, tabel
atau diagram. Dalam pengumpulan data, peneliti telah membaca novel "The Color
Purple" sampai akhir dan melihat data setiap kalimat yang terkait dengan fenomena
tersebut untuk sepenuhnya memahami tema nya, Menyoroti setiap kalimat, frasa, kata,
dialog, bagian paragraf dalam novel "The Color Purple" yang menggambarkan
bagaimana perempuan berjuang dan mengalami kekerasan dengan cara yang relevan
dengan kerangka teoritis penelitian, Membuat catatan pada setiap bagian atau
percakapan yang menyentuh teori. Jadi, dalam tesis ini, peneliti menemukan tiga
macam kekerasan, ada kekerasan langsung, kekerasan struktural, kekerasan budaya,
dan tiga macam perjuangan perempuan melawan patriarki ada intelektual perempuan,
menjadi dirinya sendiri, dan kebebasan untuk menghayati potensi mereka peneliti
menemukan dua belas data dan total data adalah dua puluh lima data. Hasilnya,
peneliti menyimpulkan bahwa feminisme yang kemudian berkembang pesat melalui
karya sastra juga turut memudarkan budaya patriarki yang menyebar di masyarakat,
dan membuka mata semua orang bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai
orang yang berada di rumah, mengurus anak, mengurus suami, mencuci, memasak,
dan sebagainya, tetapi perempuan bisa memilih kehidupan seperti apa yang ingin
dijalani.